Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, April 23, 2015

Orang Inuit di Greenland Sudah Mengenakan “G-string” Sejak 2 Abad Lalu.


Mungkin kita selama ini berpikir bahwa celana dalam model G-string yang seksi itu baru ada dan dikenakan oleh orang-orang modern abad ini. Dan ternyata kita salah dengan anggapan seperti itu karena penduduk adat Inuit, sebuah suku di wilayah Greenland telah mengenakan model celana dalam G-string sejak dua abad yang lalu.

Bedanya, jika g-string yang kita kenal saat ini terbuat dari bahan kain yang sangat tipis, g-string orang Inuit dibuat dari bahan yang cukup tebal yaitu dari kulit anjing laut. Selain tebal, bahan kulit anjing laut ini juga berbulu.

G-string kuno ini disebut Naatsit dan dihiasi manik-manik yang dikaitkan dengan bahan berbentuk seperti benang yang juga terbuat dari kulit anjing laut.


Salah satu G-string kuno yang pertama kali ditemukan oleh Captain C. Ryder, seorang pengembara yang menjelajahi wilayah Ammassalik di sebelah tenggara Greenland pada tahun 1892, saat ini menjadi salah satu koleksi di National Museum of Demark. Dipamerkan berbarengan dengan sebuah boots berbulu dan legging kuno.

Thursday, May 10, 2012

Masjid Umayyah : Gabungan Persia dan Romawi


Damaskus adalah kota tertua di dunia dengan terjadinya pergantian peradaban silih berganti.  Salah satu peradaban yang paling utama dan di bawa sejak peradaban pertama di kota itu adalah Islam.  Semasa pada keturunan Umayyah ( 661-750 SM ), kota Damaskus menjadi ibu kota Isalam di dunia.  Para kalifah-khalifah Umayyah  menguasai seluruh kawasan dari mulai Spanyol sampai ke India.

Sejarah telah mencatat, masa peradaban Umayyah ini meninggalkan peninggalan-peninggalan seperti, bangunan indah, salah satu bangunan yang paling spektakuler adalah Masjid Umayyah atau juga di kenal sebagai Masjid Agung Damaskus.  Secara histori dan budaya, masjid ini berada pada pusat kota Damaskus. Masjid ini adalah sebuah tempat ibadah paling tua di Damaskus.

Masjid ini di bangun sejak empat ribu tahun yang lalu, masjid inilah memberi pengaruh bagi arsitektur seni masjid di seluruh dunia.  Dari arsitektur masjid inilah mulai mengenal dengan lengkungan, menara segi empat, dan maksurah.

Pertama kali di buat bangunan ini adalah tempat menyembah api untuk para kaum Aramia. Ketika bangsa Romawi merebut bangunan itu dan di rubah menjadi tempat persembahan untuk menyembah dewa Jupiter, tetapi ketika agama kristen berkembang pada bangsa Romawi, Kaisar Theodosius melarang atas rakyatnya untuk menyembah para dewa.  

Masjid Umayyah ini adalah campuran gaya arsitektur dari Persia dan Romawi, ukiran keramik yang khas bergaya kristiani dengan bangunan seperti gereja yang telah di ubah sebagian menjadi masjid dengan mengubah dinding masjid dengan tiles bergaya mozaik yang dibaluti ukiran sufi/ kali grafi, juga di tambahkan kubah.

Peninggalan kedua menara gereja terletak pada sisi barat dan timur, khalifah Al-Whalid yang memang dikenal memiliki selera dan kepedulian tinggi dalam rancang bangun arsitektur telah memulai tradisi membangun menara sebagai salah satu unsur khas pada masjid-masjid sekarang.

Khalifah al-Walid mempertahankan kedua menara yang bertengger di bangunan bekas gereja tersebut. Bahkan, untuk mempertegas wibawa dan kemegahan Masjid Umayyah, beliau kemudian membangun lagi sebuah menara di sisi utara pelataran masjid, yakni tepat di atas Gerbang al-Firdaus. Menara itu pun biasa disebut menara utara Masjid Umayyah.

Thursday, March 29, 2012

Wajah Sumeria Ada di Candi Jawa


Candi-candi yang terdapat di Jawa memiliki keanehan pada muka patung yang mirip orang asing lebih tepatnya orang Sumeria.  Salah satu Candi yang memiliki patung bermuka orang asing itu adalah Candi Cetho yang di buat pada jaman kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Brawijaya V.

Kesimpulannya bahwa Candi Cetho memiliki patung yang mirip orang Sumeria dengan memiliki ciri-ciri bentuk muka dan atribut yang dikenakan oleh patung itu.  Atribut lain menunjukan bahwa orang jawa tidak memakai anting, tetapi biasanya orang jawa mengenakan sumping.  Figur patung yang terdapat di tengah halaman Candi Cetho terlihat sangat ketakutan dan seperti budak yang siap di perintah.

Tidak hanya di Candi Cetho saja yang memiliki patung mirip orang somalia tetapi pada Candi Penataran terdapat 3 patung yang memiliki karakter seperti bangsa Aztec,China dan Mesir. Pada patung yang memiliki ciri bangsa Mesir berbentuk seperti bersujud.

Pada relief-relief yang terukir di dinding Candi menceritakan bahwa leluhur Nusantara telah menaklukan pasukan India sambil menunggangi Gajah Purba.

Dengan adanya hal ini dapat di katakan bahwa leluhur Indonesia sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan mungkin bisa dikatakan bahwa para leluhur Indonesia pernah menaklukan Suku Maya dari kerajaan Copan di Honduras.