Tuesday, April 24, 2012

Jepang Membangun Sky Village

Jepang selalu belajar dari pengalaman, gempa yang menguncang Jepang bermagnitud 9 SR itu yang terjadi pada 11 Maret 2012 itu mengakibatkan terjadi Tsunami dan menghancurkan hampir seluruh kota-kota di Jepang.

Rencana baru di usulkan oleh seorang insinyur dar Jepang untuk membuat pemukiman di lepas pantai dengan memiliki ketinggian seperti pulau buatan yang di khususkan untuk pemukiman penduduk.  Tempat itu akan di beri nama " Sky Village ".

Keiichiro Sako adalah insinyur yang berencana untuk membuat pulau buatan itu, agar para penduduk Jepang tidak perlu resah jika terjadi lagi Tsunami dan mereka masih bisa bekerja dengan nayaman.  Sky Village ini di bagun di lepas pantai dengan di bangun sangat tinggi jauh dari daratan.

"Sekarang, jika anda membuatnya, dan berbentuk kotak, mumngkin akan langsung dihantam oleh tsunami. Jadi saya pikir yang harus dilakukan adalah membangun struktur bentuk lingkaran dengan fondasi baja," tambah Sako.

Rancangan berbentuk lingkaran atau ouval sangat penting. Jika bangunan berbentuk kotak, maka air dari gelombang Tsunami akan langsung menghantam. Jika bangunan berbentuk ouval, maka air akan mengalir ke samping.

Sako merancang bangunan sebaik mungkin sehingga anti-tsunami. Saat tsunami, gerbang bangunan tertutup sehingga air tak bisa masuk. Listrik disuplai dengan energi terbarukan agar tetap bisa beroperasi. Ada pula cadangan baterai lithium.

Sky Village memiliki kluster-kluster. Terdapat kluster untuk sekolah, hunian, dan perikanan. Ada pula tempat yang untuk membantu aktivitas perikanan sehingga mendukung aktivitas warga sebagai nelayan.

Dana pembangunan Sky Village tentunya sangat besar. Yasuaki Onoda dari Departemen Arsitektur dan Ilmu Bangunan di Tohoku University memperkirakan bahwa biayanya bisa mencapai triliunan rupiah per-pulau.

Untuk mengatasi tantangan biaya, Sako mengatakan bahwa akan mendaur ulang material bangunan yang dihancurkan Tsunami tahun lalu. Ia percaya, bangunan tak cuma akan membantu para penduduk, tapi juga menjadi tujuan wisata.

No comments: